foto-foto delanggu tahun 1900 – 1930an
Foto-foto ini aku dapatkan ketika browsing internet mencari foto-foto kota delanggu waktu jaman penjajahan belanda. Bagi yang ingin mengetahui foto-foto jadul waktu era penjajahan belanda dapat mengunjungi website ini yaitu http://collectie.tropenmuseum.nl
Ternyata pabrik karung goni yang terkenal di era 1960 – 1980an dulunya adalah pabrik gula. Dan juga ada foto stasiun kereta api delanggu.
Urut slideshow :
1. Pabrik Gula/Pabrik Karung Goni
2. Ossenkarren met suikerriet bij de suikerfabriek Delanggoe ato Gerobak sapi dengan tebu di Pabrik Gula Delanggo
3. Kantoor van de suikerfabriek Delanggoe 1905-1915 ato Kantor pabrik gula di Delanggoe
4. Het spoorwegstation van de Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) in Delanggoe ato Stasiun kereta api Hindia Belanda Timur Perusahaan Kereta Api (NIS) di Delanggoe
5. Het naast een sawa gelegen gebouw van de sociëteit te Delanggoe ato Bangunan sebelah sawah yang terletak di clubhouse untuk Delanggoe 1900-1919
6. Woning van de tuinemployé van de Suikerfabriek Delanggoe, Klaten ato Properti karyawan pabrik Gula Delanggoe, Klaten
This slideshow requires JavaScript.
1 Ramadhan 1430 – 1 Ramadhan 1431 H
1 Ramadhan 1430 H setahun yang lalu telah membuat sebagian jiwaku pergi. “Arviryo Khairy Raffa Pramundityo” anakku engkau telah berpulang kepada-Nya. Kuhanya berharap engkau kelak mencari ayah bundamu kelak di pintu surga. Tiap saat bibir ini berdoa untukmu nak.
1 Ramadhan 1431 H tersinari hidup kami dengan sinar yang Engkau titipkan kepada kami. “Arvindra Dwieka Khalaffadhil Tsaqib” 9 bulan sudah usiamu. Kuhanya berharap dan berdo’a semoga engkau kelak menjadi anak yang berbakti pada ayah bunda, agama, dan negaramu. Doakan kami jika kami telah tiada. Amiin
22
22 Agustus 2009 hilang separo nyawaku
22 Nopember 2009 lahir kembali separo nyawaku
NADZAR
Hari itu begitu kelabu bagi seorang wanita tua renta yang tertatih-tatih hendak ke apotik untuk membeli obat. Oh ya… nama orang tua itu adalah Suharni, beliau adalah seorang pedagang kaki lima di sekitar daerah pasar tempat aku kost dulu, dan setahuku dia sebatang kara karena aku pernah mendengar dari ibu kost-ku kalau beliau sudah tidak mempunyai suami lagi dan tidak berputera. Sedangkan sanak familipun sudah tidak punya karena dulu waktu menikah dengan suaminya tidak ada seorang anggota keluarganya yang menyetujui dan memilih untuk menjauhi dan tidak mengakui beliau lagi.
Mungkin karena cuaca yang terus mendung dan udara yang dingin membuat tubuh orang tua yang telah rentan dimakan usia tersebut menjadi ringkih… sedikit-sedikit terdengar dia batuk dan aku lihat sepintas kemudian dia mengurut dadanya biar lebih lega dadanya. Tak berapa lama kemudian karena mungkin sedari pagi dia belum makan dan kemungkinan lidahnya terasa pahit untuk merasakan makanan maka tiba-tiba dia limbung dan terjatuh. Kemudian ada seorang tukang becak langsung menghampiri dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Untuk beberapa hari kemudian dia mengisi kekosongan hidupnya di rumah sakit dengan bercanda dengan para perawat dan para pembezuk yang menjenguk kawan seruangannya. Dan sesekali tukang becak yang telah membawanya ke rumah sakit menjenguk bersama anak istrinya untuk sekedar bertanya keadaannya. Kemudian entah bagaimana, tukang becak tersebut dianggapnya saudara.
Karena merasakan sepi sendiri tidak ada yang menjenguk bahkan untuk sekedar basa basi akhirnya beliau bernadzar bahwa apabila nanti jika sudah sembuh akan mengunjungi setiap orang yang sakit di mana dia pernah dirawat.
Sekarang saya sudah bekerja di daerah lain. Tetapi suatu ketika saya menjenguk rekan sekerja yang kebetulan rumahnya di jogja dan dirawat Rumah Sakit tersebut, saya kaget melihat beliau membezuk para pasien di Rumah Sakit tersebut apabila jam bezuk sore mulai dibuka.
Masya Allah seseorang yang sangat berhati mulia……









New Comments