Tulisan ini saya sadur dari email kakak saya yang bekerja di Vietnam.

Sabtu sore pulang kerja, berhubung gagal ke Saigon karena hujan angin yang cukup kencang, kami akhirnya membuat kegiatan di kantin mess, selepas maghrib…. masak sendiri… tapi berhubung semua “bujangan” dan ndak ada yang bisa masak, akhirnya diputuskan untuk bikin “Sambal Tomat”… Kangen sambel Indo…..

Kangen sambel khas Indo, rupanya dialami oleh hampir semua teman2… maklumlah… kerja di perusahaan milik Korea, dimana mereka adalah mayoritas, ndak aneh kalo mereka lebih dominan, bahkan hingga ke menu makanan2-nya….

Setelah berkutat di dapur sekira setengah jam lebih, akhirnya, sambal tomat yang dinanti-nanti selesai….. Itupun setelah otot-otot-an bahan apa saja yang biasa dipakai bikin sambel…:))…. Dengan senyum puas, kami panggil koki kantin untuk minta tolong masak nasi dan goreng telur…

Setelah semua siap, makanan dibawa ke salah satu kamar orang kita…. sambil nonton tivi, kami rame-rame menikmati sambel buatan sendiri… hmmm.. nikmat sekali untuk ukuran kami…..

— Sebenarnya, kami semua sore juga dah makan di kantin… cukup penuh lah perut kami ‘ni…. tapi begitu sambel selesai, makanan yang tadinya sudah memenuhi perut, seolah minggir, untuk memberikan penghormatan kepada sang sambel menempati ruang kosong tersebut…. Ajaib, sebuah ruang kosong di perut muncul tiba-tiba !!…. :))…–

Minggu pagi, teman-teman yang fasih ngobrol bahasa lokal, ngajarin tukang masak kantin, cara bikin “Sambel Kebangsaan” tersebut…

“Pelajaran” diberikan seusai sarapan pagi, sebelum kami berangkat ke “kota”….

Hari Senin pagi kemarin, kami minta ke tukang masak kantin supaya “Sambel Kebangsaan” nongol di meja makan (prasmanan) buat makan siang… dan ternyata nongol… Awal rencananya, memang buat kita2 (Indo) aja, biar ada “kesegaran” baru di menu makan kami…..Pas antri makanan, banyak orang Korea dan Philipino serta orang Chinese yang penasaran dan bertanya-tanya… Satu demi satu, mereka mencoba mengambil sedikit untuk sekedar mencicipi… Kami dengan seksama mengamati “Sambel Kebangsaan” yang berpindah tempat sedikit demi sedikit ke piring mereka….

Sambil meneruskan makan, pengamatan terus dilakukan, untuk mencari tahu komentar mereka tentang “Sambel Kebangsaan”, yang, – tanpa diundang-, tiba2 muncul di meja… Beberapa dari mereka, balik ke meja prasmanan buat menyendok sambal itu lagi…. Teman2 saling berpandangan, dan “Senyum Kemenangan” mulai menyembul di bibir kami…. Nampaknya mereka suka dengan “Sambel Kebangsaaan”…. :))

Hari ini, “Sambel Kebangsaan” nongol lagi atas permintaan kami…. hehehe… saat antri makan, kami amati, mereka menyendok sambel tersebut lebih banyak dari kemarin…. “Senyum Kemenangan” muncul lagi…. Pas tiba giliranku ambil makanan, dan sampai di mangkuk sambel…… sambel itu sudah ludes !!… Dengan senyum puas, kami meneruskan makan siang, meskipun tanpa “Sambel Kebangsaan”…..

Besok-besok, kami akan minta tukang masak kantin untuk membuat “Sambel Kebangsaaan” lebih banyak lagi dari kemarin2…..:))

Ternyata, “Sambel Kebangsaan” sanggup “Menjajah” kantin Korea…… Sebuah ‘bentuk penjajahan’ baru…:))…

Oentoek itoe, semendjak hari ini, kita orang menjatakan diri sebagai “PENDJADJAH JANG BOEDIMAN”..!!

Salam

http://duitdownload.com/?id=gembulz