Semenjak 2 bulan yang lalu saya harus ngungsi ke rumah mertua karena kami masih belum punya orang yang bisa membantu pekerjaan di rumah alias pembantu dan nama alias slengeannya pembokat. Sedangkan ibu saya ada dirumah adik saya karena pemboka dia juga ulang ke rumah orang tuanya dan nggak balik lagi ke rumah adik saya.

Ini adalah pengalaman pertama saya ngikutin seremonial alias kegiatan menjelang hari kemerdekaan atau yang sering disebut 17-an (tujuh belasan) di kampung mertua. Tapi yang namanya beda kampung pasti ada perbedaan dalam lomba-lomba yang diadakan. Tapi ada satu yang sama di tiap kampung di seluruh Indonesia Raya tercinta ini. Yaitu GOTONG ROYONG kerja baktimembersihkan sekitar desa tempat tinggal. Mulai membersihkan got, mengecat jalan pake gamping, memasang bendera umbul-umbul dan lain-lain.

Kalo di kampungku nggak pernah yang namanya senam aerobik Senam aerobikbersama karena disamping nggak ada instrukturnya (maklum memang kampung-jauh dari kota), masyarakatnya juga masih sederhana banget pemikirannya.

Nanti malem adalah malem midodareni (malem 17-an) yang biasanya diisi dengan penyerahan hadiah lomba dan renungan oleh sesepuh desa dengan bercerita kisah-kisah mereka waktu perang melawan bangsa pendjajah (walondo/belanda dan jepang).

Dan besok adalah hari Kemerdekaan Indonesia. Walaupun ada sedkit masalah dengan lirik lagu Indonesia raya, tapi tetep Indonesiaku adalah negeri indah nan menawan tanpa ada duanya. Jangan sampai terulang lagi penjajahan ada di negri ini, tapi marilah kita menjadi pendjadjah di negeri orang.

VIVA INDONESIA!!!!