Semua ada disini.

Kemaren minggu pagi, jalan-jalan ma keluarga ke solo. Yang dituju adalah stadion manahan tapi bukan untuk olahraga atau lihat sepakbola tapi cuma jalan-jalan dan lihat-lihat apa yang ada di sana.

Semua ada disini.

Disana semua apa aja tersedia mulai penjual makanan sampai penjual pakaian, mulai dari odong-odong hingga andong, mulai pengemis hingga pengamen semua pada mengais rejeki seminggu sekali pada hari minggu pagi hingga siang hari. Dulu para penjual itu berjualan diluar stadion sampai jalanan menuju kota macet. Tapi setelah walikota baru, mereka “dipaksa” pindah untuk masuk ke area parkir stadion. Salut deh buat pak walikota solo. Karena semenjak didalam stadion, jalanan sudah tidak macet juga membuat suasana nyaman.

Semua ada disini.

Sebenarnya membuat tempat wisata sangat mudah, tinggal dikasih sarana dan prasarana yang nyaman maka orang akan datang sendiri dari mulut kemulut dan biasanya berita lewat ini lebih mudah menyebar daripada iklan di internet ato sejenisnya. Pada dasarnya semua tempat wisata yang sudah jadi/rame sangat sederhana idenya. Menjual tempat buat orang rekreasi, tinggal dari sisi mana mereka bermaksud datang ke tempat itu. Sekedar jalan-jalan cari udara segar (wisata alam), atau sekedar cuci mata (swalayan/mol) dan satu lagi wisata religius.

Semua ada disini.

Nah kalo dibanding dengan mol atau swalayan gede. Disini lebih merakyat dan perekonomian yang pro poor sangat tampak. Kalo di swalayan hanya toko atau penjual berduit yang bisa menyewa tempat, kalo disini siapa cepat dia dapat tempat sesuka hati dan biasanya kalo udah dapat tempat dia akan disitu terus. Dari warna-warna tempat wisata yang pernah ada disini yang paling menarik buat saya adalah makanannya. Sangat khas solo sekali dan jarang dijumpai di tempat lain. Kayak sate yang terbuat dari lemak sapi ato orang jawa bilang sate kere/gajih (walaupun sudah nggak kere lagi lha wong dagingnya lebih banyak daripada lemaknya), trus cabuk rambak yang dibuat dari ketupat dikasih sambal kacang berbumbu dan masih banyak lagi harganyapun masih terjangkau kantong orang cilik seperti saya. Tapi sayang seribu sayang masih ada juga preman yang sok menjaga mereka dengan meminta upah keamanan.

Semua ada disini

Coba datang kesana.

Wassalam