Judul diatas adalah pengalaman pribadi tadi malem. Pada saat aku termenung sendirian memikirkan masa depan. Kemudian ditambah semakin beratnya beban hidup ini. Tanpa kusadari aku berucap “Masya Allah betapa semakin beratnya hidup ini” sesuai nama blog-ku yo? hehehehehe.

Kemudian aku berinisiatif ambil wudlu buat sholat isya dilanjut sholat tarawih sendirian. Biasanya aku agak fasih mengucap surat surat yang sudah hafal diluar kepala, tetapi entah bagaimana kok tiba-tiba lidahku terasa kelu untuk mengucap bacaan sholat. Kemudian terbayang dipikiranku apakah karena aku tadi mengucap tentang keluh kesahku dan mungkin Tuhan-ku tidak berkenan, sehingga memperingatkan aku dengan membuat lidahku kelu mengucap bacaan yang seharusnya aku ucapkan dengan lancar.

Kemudian terbayang di pelupuk mata apakah seperti ini nantinya aku menjawab pertanyaan-pertanyaan di alam barzakh nanti jika semasa hidupku tidak mempunyai cukup tabungan buat sangu di kehidupan sesudah kehidupan dunia yang fana ini. Aku langsung terhenyak dalam kesendirianku. Kemudian aku ngilo githokku dewe (Berkaca terhadap diri sendiri-Jawa). Apa yang sudah aku perbuat selama ini (32 Tahun)? Aku nggak bisa menjawab. Teringat posting-ku kemaren. Kemudian aku berdo’a semoga amalan dan ibadahku dapat menjadi tabunganku kelak dikemudian hari. Amin.