Hari Rabu yang melelahkan pikiran…

Bagaimana tidak dengan perasaan was-was dan irama jantung yang serasa berdegup kencang seperti jantung ini mau berhenti berdenyut…aku tiba di kampusku lagi setelah sekian lama kutinggalkan tanpa pamit.

Begitu keluar dari gerobak tuaku dan menginjak  tanah yang basah karena mungkin tadi malam hujan, kulihat sekeliling… ah begitu rindangnya sekarang halaman kampusku. Dan kulihat mobil-mobil dosen terjejer rapi seakan-akan menanyakan kabar kepada gerobak tuaku. Kakiku serasa beratz untuk masuk kedalam gedung. Lalu dengan langkah sedikit mantap kuangkat kakiku menuju…. kamar mandi, hahahahahaha… aku sampai kebelet pipis karena memikirkan nantinya bagaimana untuk menghadap dosen.

Lalu masuk ke bagian pengajaran, mahasiswa-mahasiswa sudah penuh sesak untuk saling berlomba-lomba  menanyakan ke bagian pengajaran dan mengisi KRS (Kartu Rencana Studi). Lalu tiba-tiba didepanku sudah nongol seseorang di bagian pengajaran yang kukenal dekat langsung menyapaku ” Lha ini yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga” katanya. Aku kaget setengah mati sampek njondil (melonjak-jawa:red). “Hehehehehe…”aku tertawa kecut. Lalu kutanya “Mbak… aku masih diakui sebagai mahasiswa sini nggak? dia nyahut “Oh… gini aja sampeyan langsung aja ke pak wakil ketua jurusan nanti gimana-gimananya tergantung beliau..”

“Yup makasih mbak” setelah mengucapkan terima kasih langsung aku menuju ruangan beliau. Sambil mengendap-gendap dan jantung serasa sangat kencang sekali aku mengetok pintu tok..tok..tok

“Ya…Masuk…” dari dalam suaranya sangat beratz sekali. “Maaf pak” sapaku. Lalu aku dipersilahkan duduk. “Ada apa dik?” beliau bertanya dengan mimik muka sumringah. Wah makcles hatiku karena beliau orangnya sangat ramah suaranya serak karena ternyata baru sakit tenggorokan, aku bisa menebak karena disamping laptopya ada obat batuk. Kemudian aku mengutarakan maksudku. Beliau mengangguk-angguk tanda mengerti keadaanku. Lalu dia telp ke bagian pengajaran menanyakan kalau ada mahasiswa dengan permasalahan seperti aku bagaimana, sambil manggut-manggut kemuadian beliau berkata kepadaku “Gini aja dik… anda ke gedung KPTU trus menghadap ke bu eni minta surat yang diperlukan nanti menghadap saya lagi.” Ah… plong rasanya walaupun masih terkatung-katung nasibku tapi hati ini terasa lega karena beban yang menghimpit sudah keluar. Lalu bergegas minta pamit dan langsung meluncur ke gedung dimaksud, menghadap ke yang bersangkutan dan dibuatkan surat seperti yang aku perlukan. Setelah mengucapkan terima kasih langsung kembali lagi ke wakil ketua jurusan. Tanpa banyak cerita lalu aku disuruh ke Ketua jurusan untuk mendapatkan rekomendasi. Hatiku kembali dag dig dug, karena aku belum pernah menghadap beliau seperti aku belum pernah menghadap wakil ketua jurusan tersebut. Hatiku kecewa, kenapa tidak beliau saja yang memberikan rekomendasi khan beliau orangnya ramah dan aku juga belum tahu apakah nanti ketua jurusan seramah beliau.

Seperti waktu mengetuk pintu masuk ruangan wakil ketua jurusan, aku juga berhati-hati untuk mengetuk pintu beliau tok … tok… tok… aku melongokkan kepalaku untuk meminta permisi beliau. Tapi tanpa dinyana-nyana beliau menjulurkan tangannya sambil menggerakkan tangan tanda jangan masuk dulu, makdeg kenapa ya…? dengan menundukkan kepala aku sekilas beliau mengambil handphone dari tempatnya kemudian mengangkatnya… oh… ternyata akan menerima telepon dulu. Aku mundur selangkah dan menutup pintu. Selang beberapa saat aku mengetuk pintu lagi dan dipersilahkan masuk. Seperti mengutarakan kepada wakil ketua jurusan aku bercerita dengan menundukkan kepala tanda pasrah dan menjulurkan surat dari KPTU. Dia mengangguk-angguk lalu berkata ” Yah… kita harus sabar dik.” Ha..? Aku heran dalam hati, kok ternyata beliau juga ramah… wah beruntung aku. Tapi apa karena aku juga cerita kalau salah satu dosen disini pernah mengerjakan kegiatan dikantorku trus kemudian jadi ramah? Tapi nggak pentinglah.. yang penting aku kemudian mendapatkan rekomendasi beliau untuk diperkenankan kembali kuliah. Surat itu lalu aku serahkan kembali kegedung KPTU. Dan dengan hati gembira aku menuju bank untuk membayar SPP.

Ah…. leganya…. ternyata masih bisa kuliah lagi….

Besok jum’at kembali lagi ke kampus untuk mengisi KRS, ah…. enaknya ambil berapa SKS ya…?  Sambil berangan-angan memakai Toga dan Pakaian Wisuda.