Hari itu begitu kelabu bagi seorang wanita tua renta yang tertatih-tatih hendak ke apotik untuk membeli obat. Oh ya… nama orang tua itu adalah Suharni, beliau adalah seorang pedagang kaki lima di sekitar daerah pasar tempat aku kost dulu, dan setahuku dia sebatang kara karena aku pernah mendengar dari ibu kost-ku kalau beliau sudah tidak mempunyai suami lagi dan tidak berputera. Sedangkan sanak familipun sudah tidak punya karena dulu waktu menikah dengan suaminya tidak ada seorang anggota keluarganya yang menyetujui dan memilih untuk menjauhi dan tidak mengakui beliau lagi.

Mungkin karena cuaca yang terus mendung dan udara yang dingin membuat tubuh orang tua yang telah rentan dimakan usia tersebut menjadi ringkih… sedikit-sedikit terdengar dia batuk dan aku lihat sepintas kemudian dia mengurut dadanya biar lebih lega dadanya. Tak berapa lama kemudian karena mungkin sedari pagi dia belum makan dan kemungkinan lidahnya terasa pahit untuk merasakan makanan maka tiba-tiba dia limbung dan terjatuh. Kemudian ada seorang tukang becak langsung menghampiri dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

Untuk beberapa hari kemudian dia mengisi kekosongan hidupnya di rumah sakit dengan bercanda dengan para perawat dan para pembezuk yang menjenguk kawan seruangannya. Dan sesekali tukang becak yang telah membawanya ke rumah sakit menjenguk bersama anak istrinya untuk sekedar bertanya keadaannya. Kemudian entah bagaimana, tukang becak tersebut dianggapnya saudara.

Karena merasakan sepi sendiri tidak ada yang menjenguk bahkan untuk sekedar basa basi akhirnya beliau bernadzar bahwa apabila nanti jika sudah sembuh akan mengunjungi setiap orang yang sakit di mana dia pernah dirawat.

Sekarang saya sudah bekerja di daerah lain. Tetapi suatu ketika saya menjenguk rekan sekerja yang kebetulan rumahnya di jogja dan dirawat Rumah Sakit tersebut, saya kaget melihat beliau membezuk para pasien di Rumah Sakit tersebut apabila jam bezuk sore mulai dibuka.

Masya Allah seseorang yang sangat berhati mulia……